Pastikan Anda membaca habis posting ini. Saya punya sesuatu yang menarik buat Anda.
Ini merupakan posting pertama dari seri posting bagaimana meningkatkan tingkat konversi suatu blog atau website.
Dan pada posting selanjutnya saya akan menjelaskan bagaimana Anda bisa mengidentifikasi mengapa blog Anda memiliki tingkat konversi yang rendah. Kemudian bagaimana Anda bisa mengukur peningkatannya.
Saya akan menjelaskan beberapa alat dan taktik untuk membuat blog Anda lebih persuasif, dan menguntungkan. Jadi apa kah Anda tertarik?
Sebenarnya, banyak blog yang tidak memaksimalkan potensinya. Mungkin sudah terlalu sering saya melihat blog dibangun berdasarkan asumsi dan dugaan.
Apakah bisnis Anda menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan lalulintas, tetapi tidak ada punya arah yang jelas untuk menghasilkan penjualan? Sungguh itu akan membuat traffic Anda sia-sia.
Itu lah kenapa saya punya sesuatu yang menarik.
Anda siap? Mari kita mulai.
Internet adalah media pemasaran yang bisa diukur dengan “klik” (pada link yang Anda tanam) baik di dalam situs atau pun di luar situs Anda sendiri. Daripada Anda mengharapkan hal yang tidak jelas, Anda bisa menguji apakah “cara A” berhasil atau kah “cara B” yang lebih efektif.
Dengan mendapatkan informasi dari pengunjung blog Anda, seperti apa yang mereka lakukan, Anda bisa jauh lebih rensponsif meningkatkan konversi blog Anda, entah untuk melakukan aksi persuasif agar pengunjung membeli produk Anda atau kah produk yang Anda anjurkan (dengan link affiliasi Anda).
Itu cara yang sangat cerdas, bukan?
Ada banyak blog yang telah berhasil melipatgandakan pendapatan mereka dari implementasi testing A/B. Tetapi mungkin cara itu sulit dikerjakan, mengingat itu membutuhkan kemapuan coding dan HTML.
(meski pun Genesis Framework membuatnya lebih mudah, sehingga tidak perlu lagi kemampuan coding dan HTML.)
Cara yang akan saya paparkan hanya membutuhkan:
1. Memahami keberatan pelanggan, atau pelanggan potensial.
2. Mengidentifikasi bagaimana Anda bisa mengatasi keberatan dan membangun kepercayaan.
3. Menerapkan perubahan dan pengujian. (testing)
4. Ulangi testing, ulangi testing lagi, ulangi testing kembali, ulangi testing lebih banyak sampai berhasil.
Mungkin banyak blogger yang mengharapkan mendapatkan traffic berlimpah dari SEO, tetapi tanpa mengerti goal Anda dan bagaimana mencapainya, traffic Anda akan sia-sia (maaf). Padahal Anda telah menghabiskan banyak tenaga, pikiran dan uang.
Bagaimana Mengidentifikasi “Kebocoran” yang Menghabiskan Modal Anda
Saya akan mulai dengan pendekatan desain web.
Jika desain web Anda tidak memiliki performa sebaik yang Anda harapkan, Anda bisa merombak desain itu dari awal. Dengan harapan Anda akan mendapatkan lebih banyak penjualan (konversi diukur tergantung goal Anda)
Masalahnya dengan jalan tersebut Anda tidak memiliki informasi bagian mana yang membuat pengunjung tidak melakukan seperti call to action Anda. Bahkan desain baru mungkin malah memperburuk tingkat konversi.
Jadi sebelum melakukan desain ulang, Anda harus punya informasi bagian apa yang membuat pengunjung Anda keluar dari alur pencapaian goal. Setelah itu, Anda baru bisa memperbaikinya.
Itulah sebabnya mengapa langkah pertama dalam pendekatan ini adalah mengumpulkan data. Terutama pada halaman mana pengunjung datang (landing page), halaman mana yang mendorong mereka lebih banyak membaca artikel, dan menghabiskan waktu yang lama di blog Anda.
Memeriksa Alur Pengunjung Website Anda
Saya senang membayangkan blog saya sebagai saluran pipa air, yang menadah pengunjung seperti air hujan dan mengalirkannya pada pencapaian goal saya.
Nah, seperti halnya pipa itu, Anda perlu mengidentifikasi kebocoran (yaitu halaman di mana pengunjung keluar tanpa melihat halaman lain), kemudian perbaiki. Itu lah sebabnya saya mengandalkan Google Analytics.
Di Google Analytics ada dua cara sederhana untuk memeriksa kebocoran tersebut:
1. Bounce Rate: ini merupakan persentasi orang yang datang dan langsung keluar, tanpa membaca halaman lain. tingkat bounce rate yang tinggi berarti Anda tidak menjawab pertanyaan mereka, atau memenuhi apa yang mereka butuhkan.
2. Exit Rate: ini adalah sumber kebocoran terbesar/halaman yang membuat orang meninggalkan website Anda. Ini adalah halaman yang Anda butuhkan untuk diperbaiki nantinya.
Bagaimana Menyetting Saluran di Google Analytics
Karena kita butuh menyelidiki bounce rate dan exit rate, maka Anda perlu membuat saluran di Google Analytics.
Pertama, Anda harus membayangkan daftar tindakan yang Anda inginkan dari pengunjung Anda. Misalnya Anda ingin mereka menyelesaikan pembelian, berlangganan newsletter, atau mengontak Anda, mungkin juga hanya untuk mengunjungi halaman tertentu.
Kemudian pikirkan rute yang Anda harapkan dari pengunjung untuk menyelesaikannya. Semisal:
home->landing page->testimonal page->kontak.
Untuk membuat saluran Anda bisa membaca konten ini. Itu adalah contoh penetapan goal berdasarkan saluran. (goal destination).
Setelah Anda membuat sebuah saluran, Anda harus kembali ke halaman dashboard, kemudian klik “Goal” untuk melihat berapa banyak orang menyusuri saluran goal Anda, dan halaman mana yang membuat kebocoran.
Anda dapat melihat visualisasi ini dengan mengklik Goal Funnel.

(ini contoh saluran pipa saya di goal kursus Google Analytcis Ninja, maaf saya tidak bisa menampilkannya secara lengkap karena itu rahasia dapur Pengunjung Blog(dot)com)
Melalui cara ini, Anda dapat mengidentifikasi mana kebocoran terbesar di web Anda. Jadi Anda bisa fokus pada perbaikan halaman yang membuat bounce/evit rate. Perbaiki call to action Anda, strukturnya dsb.
Sederhana dan powerfull.
Saya pikir saya telah mepati janji saya bahwa saya punya sesuatu yang menarik buat Anda. Jika ada pertanyaan silakan berkomentar. Tidak mudah menjelaskan topik ini.

Wahh… dapet pertamaxx lagi nih mas

Hehe.. jadi penasaran artikel selanjutnya nih
Oiya, skrang make adsense juga nih
Aduh.. abis ngepost komen, diliat-liat kok kebanyakan kata ‘nih’ ya … .

Eh mas, saya dapet apa nih.. skrg pertamax mahal lhoo
hai..terima kasih atas ketertarikannya..
kata kata anda sperti google translate, sedikit susah dipahami..
hhehe..
sory susah nangkapnya
what? susah ya?
lah, mas jaka maaf ya? sebenarnya saya sulit mnjelaskan saluran.. google analytics sendiri (versi) indonesia mengistilahkannya saluran/corong.. jika tidak saya jelaskn dengan pipa anda akan sulit mnangkap cara yg sy mksud.. pernah membuat goal dengan cara goal destination dan pkai corong? itu yg sya mksud