Kata Kunci Ekor Panjang Melawan Ekor Pendek

kata kunciKata kunci ekor panjang umumnya memiliki jumlah pencarian yang “sedikit” (dibandingkan ekor pendek) dan kompetisi yang rendah pula. Sedangkan kata kunci ekor pendek sebaliknya, memiliki search volume tinggi dan kompetisi yang tinggi.

Mbak Isnuansa, bertanya di kolom komentar di posting sebelum ini, apa plus minus memilih sebuah kata kunci. Jadi ini berguna bagi Anda untuk menentukan yang mana yang harus Anda pilih. Apakah yang memiliki volume pencarian tinggi atau sebaliknya. Apakah yang memiliki kompetisi rendah atau sebaliknya.

Atau jika saya menafsirkannya secara sederhana, “Haruskan kita menargetkan kata kunci ekor panjang?” Ini menarik untuk dibahas. Opini Anda sangat saya harapkan di sini. Karena bagaimana pun SEO itu bukan ilmu pasti.

Tapi, jangan sampai kita salah memilih kata kunci! Benar, bukan? Jadi lanjutkan membaca posting ini.

Membandingkan Kata Kunci Ekor Panjang dan Pendek:

1. Asal-usul Kata Kunci Ekor Panjang dan Pendek:

Sebelum melangkah kepada pembahasan “ekor-ekor” ini, bagaimana kalau Anda meluangkan waktu sebentar saya mengoceh? Baik, saya anggap Anda setuju. Saya akan mengoceh tentang teori ekonomi yang digagas oleh Chris Anderson tentang The Long Tail.

Merujuk kepada artikel The Long Tail di Wikipedia dan tulisan ulasan di Kompasiana, saya akan menjelaskan apa maksud Chris. Yang kemudian teorinya diadopsi ke teknik SEO, dalam penentuan kata kunci. Selengkapnya tentang teori Chris baca di sana ya? Secara garis besar saya simpulkan maksud Chris adalah, jumlah total produk-produk yang tidak populer bisa mengalahkan produk-produk populer.

Sebagai contoh (contoh yang diberikan Chris) Amazon – yang awalnya hanya lah toko buku online – dan sekarang berkembang menjadi “toko serba ada”, mampu menjual 98% dari jumlah buku-bukunya.

Nah, inilah point pentingnya. Karena amazon memiliki koleksi buku-buku tidak populer yang lebih banyak daripada yang populer, maka jumlah penjualan buku-buku yang tidak populer itu mampu bersaing atau bahkan mengalahkan penjualan buku-buku populer.

Anda mampu menangkap semangat teori ini, kan? Karena Anda sudah tahu teori dasar The Long Tail Keywords maka saya akan berhenti mengoceh. Tapi perlu saya tekankan bahwa pemahaman Anda tentang teori tersebut sangat membantu dalam menjawab kasus ini.

2. Keuntungan dan Kerugian:

Jelas secara umum karena si ekor pendek ini populer- artinya dia memiliki banyak “penggemar” yang siap mengetikkan si ekor pendek ke kotak pencarian google- maka Anda akan mendapatkan banyak (barangkali satu ton) traffic ke blog/website Anda jika Anda bisa mendapatkan peringkat #1 di google. Sangat menggiurkan, bukan?

Tetapi masalahnya, Anda akan sulit mencapai peringkat seperti yang Anda harapkan untuk hasil pencarian si ekor pendek. Why? Karena di luar sana banyak orang yang membidik si ekor kerdil.

Anda harus bersaing dengan kompetitor yang sebanding dengan hasil pencarian. Karena itu untuk menguasai si ekor pendek Anda butuh kerja keras, dompet tebal dan strategi yang lebih dibanding kompetitor-kompetitor Anda. Anda juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendominasi kata kunci ekor pendek. Belum lagi tingkat konversi dari si ekor pendek ini low.

Misalkan jika Anda membidik “SEO” dan Anda menjual Jasa SEO di blog Anda, maka pengunjung yang datang dengan mengetikkan “SEO” bermcam-macam. Dia bisa saja ingin belajar teknik SEO, ingin mencari backlink, ingin  mencari plugi SEO, ingin mencari Ebook SEO, dan lain-lain. Jadi bukan hanya mereka yang ingin membeli Jasa SEO.

Meski pun begitu, mereka yang datang dengan kata kunci SEO, tetap merupakan pasar potensial bagi Jasa Anda. Tidak penting pada saat itu dia masih ingin belajar, mencari informasi lain tentang SEO, atau apa lah itu.

Saya sudahi dulu pembahasan tentang Si ekor kecil, karena keuntungan dan kerugian membidiknya yang paling penting sudah tersampaikan. Saya beralih kepada Si ekor panjang.

Si ekor panjang ini tidak populer, teman-teman. Dia hanya mempunyai volume pencarian yang rendah/sedang. Maka dari pada itu, kompetisinya juga tidak terlalu panas. Untuk mengetahui kompetisi panas atau tidaknya suatu kata kunci baca tutorial 1 dan tutorial 2.

Sehingga untuk mendapatkan peringkat bagus dengan hasil pencarian si ekor panjang relatif lebih mudah. Akan tetapi untuk mendapatkan traffik sebanyak yang Anda butuhkan, mengingat dia tidak populer! Anda harus menguasai beberapa kata kunci ekor panjang (katakanlah 10 ekor panjang).

Tetapi Anda membutuhkan lebih sedikit waktu untuk menguasai kata kunci ekor panjang. Keuntungan lain adalah dia relatif memiliki tingkat konversi yang lebih tinggi daripada si pendek.

3. So, Mana yang Harus Saya Pilih?…

Apa kah Anda sudah pernah mendapatkan saran tentang ini? Jika iya, kemungkinan besar Anda dikasih saran untuk membidik kata kunci ekor panjang, bukan? Saya cukup yakin tebakan saya benar. Dan mungkin Anda sudah mengikuti saran itu.

Karena Anda saya anggap bertanya kepada saya, maka jawaban saya adalah kombinasi dari dua macam kata kunci itu. Alasan saya cukup sederhana, si pendek membuat Anda “mengamankan” pasar potensial bisnis Anda. Dia membuat Anda mampu memberikan banyak visitor, dan dia memberikan “konteks” dalam blog Anda. Dan si panjang memberikan konversi yang bagus!

So, bagaimana Anda mengkombinasikan keduanya? Dengan wordpress dan beberapa plugin Anda bisa melakukannya. Pertama pasang plugin yang mampu membuat title dan meta tag description.

Saran saya All in SEO Pack dan WordPress SEO Plugin by Yoast. Pilih salah satu, gratis! Kemudian tempatkan si ekor pendek di title dan meta tag description di halaman homepage Anda. Lalu bagaimana dengan si ekor panjang?

Tempatkan kata kunci ekor panjang di posting blog Anda. Setiap posting satu ekor panjang. Buatlah 100 posting, atau sebanyak yang Anda inginkan, terserah. Kemudian bangun backlink untuk blog Anda. Bisa Anda arahkan ke posting atau homepage. Gunakan kombinasi kata kunci tersebut saat membuat anchor text.

Comments

  1. Mega says:

    ahh.. kalo saia mah just keep blogging lah

    *ribet mikirin “ekor”

    • Syaiful Bahri says:

      Yup, agak ribet juga mikirin ekor-ekor itu.

      Mikirin ekor itu cuma salah satu cara meningkatkan pengunjung. Gak dipakai juga gak apa-apa. btw, blogmu kok gak bisa diklik ya?

  2. mang Ino says:

    wah, pembahasannya sudah advance nih. Gak cocok buat newbie kaya aku

    • Syaiful Bahri says:

      memangnya, Mas ino ingin artikel seperti apa? Coba lihat blog traffic 101 di menu bar blog ini, mas..

  3. lintang says:

    wah banyak nih teorinya mas bro,,, moga bermanfaat bagi blog ane nih,,, lam kenal deh…

Trackbacks

  1. [...] Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang KKEP, saya telah menulis artikel yang membahasnya. Silakan membaca di sini. [...]

Speak Your Mind

*