Tutorial SEO WordPress

WordPress adalah software blogging terbaik. Saya sudah cinta mati sama WordPress, dan sulit rasanya berpindah ke Content Management Systems lain. Saya sudah menggunakannya sebagai platform sebagian besar blog dan niche blog untuk afiliasi Amazon.

Banyak orang-orang mengatakan bahwa WordPress itu bagus untuk SEO. Ya, saya setuju. Tapi saya tahu ada juga teman-teman yang memakai WordPress, tapi kesulitan mendapatkan traffic dari mesin pencari. Perlu Anda ketahui, SEO bukan soal memasang plugin. Tetapi bagaimana Anda memudahkan mesin pencari MENEMUKAN posting yang Anda tulis.

Karena masalah itu, saya berinisiatif untuk membantu Anda memahami SEO untuk WordPress.

Sebelum Anda membaca tutorial SEO WordPress ini, saya ingin mengatakan kepada Anda bahwa tips tersebut merupakan hasil pengalaman saya sendiri. Cara ini telah mengantarkan saya mendapatkan peringkat bagus di hasil pencarian untuk kata kunci bidikan saya. Tapi tidak menutup kemungkinan, beberapa blogger dan internet marketer lain mempunyai cara lain.

1. Dasar-Dasar SEO untuk WordPress

Salah satu kelebihan CMS WordPress adalah sangat fleksibel, bisa diubah-ubah sesuai keinginan kita. Dan untuk SEO, WordPress memiliki banyak plugin dan theme yang membuatnya mudah dioptimasi. Tapi tetap saja, Anda harus melakukan beberapa settingan dasar.

Saya akan menjelaskan pengaturan dasar ini dengan plugin WordPress SEO by Yoast. Jika Anda menggunakan plugin lain, secara umum pengaturannya akan sama. Tapi saya rekomendasikan untuk memakai plugin WordPress SEO by Yoast.

Jika Anda tidak suka memakai plugin, Anda harus menggunakan Theme Framework terbaik: Genesis Framework dari Copyblogger Media LLC.

a. Struktur Permalinks

Pertama, Anda harus mengubah struktur permalinks. Anda bisa menemukan pengaturan ini di [Setting] > [Permalinks] di Dashboard WordPress Anda. Secara default struktur permalinks WordPress adalah ?p=<nomer id posting/page>. Tentu saja itu tidak SEO friendly. Jadi Anda harus mengubahnya. Ada beberapa pilihan di situ, tapi saya lebih suka memilh /%postname%/.

Pilihan lain yang bisa Anda pertimbangkan adalah /%category%/%postname%/. Pilihan ini baik jika Anda mempunyai nama kategori yang singkat tapi deskriptif.

b. WWW atau non-WWW

Saya merekomendasikan Anda untuk memilih nama domain Anda memakai www atau tanpa www. Pilih salah satu, Anda tidak boleh memilih dua-duanya.

Tujuan utama pengaturan ini adalah agar semua backlinks yang masuk berimplikasi kepada ranking Anda. Karena seringkali orang memakai www untuk melinking ke posting blog lain. Dan sebagian lainnya memakai non-WWW.

Jika Anda tidak menentukan pilihan, Anda tidak bisa mendapatkan kekuatan backlinks yang seharusnya Anda dapatkan. Karena mesin pencari menganggap WWW. Dan non-WWW adalah dua halaman berbeda.

www atau non-www yang bagus untuk seo wordpress

Saya telah menulis bagaimana cara menyettingnya, Anda bisa mempelajarinya di posting lama saya yang berjudul: Duplikat Konten.

c. Mengoptimalkan Title Tag

Title Tag adalah faktor SEO terpenting dalam on page. Karena title tag akan muncul di hasil pencarian atau SERPs Anda. Jadi itu bukan hanya dianggap penting bagi mesin pencari, tapi bagi pengguna mesin pencari juga.

Secara default, title tag untuk sebuah posting adalah [Blog title >> Judul Posting]. Ini juga terjadi di Blogspot. Aturan penulisan title tag yang optimal bagi saya sederhana. Saya mendefinisikannya seperti ini: Semakin dekat posisi kata kunci dengan susunan kalimat untuk judul semakin optimallah On Page Anda.

Karena mesin pencari menganggap kata di awal judul adalah topik utama halaman tersebut. Jadi jika Anda ingin mendapatkan ranking bagus dengan kata kunci [Baju Tidur], Anda harus menulisnya: Baju Tidur Motif Panda Harga Murah. Itu lebih baik dari pada Jual Murah Baju Tidur Motif Panda.

Anda bisa mengatur title tag Anda dengan Plugin WordPress SEO. Di pengaturan [SEO] > [Post Types]. Saya sendiri lebih memilih: %%title%% %%page%% %%sep%% %%sitename%%

tips menulis title tag seo wordpress

d. Mengoptimalkan Meta Descriptions Tags

Anda pasti pernah melakukan pencarian di Google. Anda coba ingat tampilan hasil pencariannya, di sana pasti ada ringkasan dari artikel yang muncul. Ringkasan itu bisa dikontrol dengan memakai Meta Descriptions Tags.

Biasanya meta description tag dipakai oleh mesin pencari jika di dalamnya mengandung kata atau frase yang dicari oleh pengguna mereka.

Beberapa plugin ada yang membuatkan Anda meta description tag secara otomatis. Plugin tersebut memakai kalimat pertama yang Anda tulis di posting tersebut. Menurut saya itu tidak bagus untuk SEO kita, karena kalimat pertama yang kita tulis mungkin merupakan kalimat pengantar. Dan tidak ada hubungannya dengan topik yang kita bahas.

Jadi cara terbaik menulis meta descriptions tag adalah menulisnya secara manual. Jika Anda tidak suka menulis meta descriptions tag, maka lebih baik dikosongkan saja. Karena mesin pencari akan secara otomatis mengambilkan ringkasan posting kita (yang berisi kata kunci yang dicari).

e. Coba Kata Kunci Populer di Home Page Anda

Meski pun membidik kata kunci populer sangat sulit, dan membutuhkan waktu yang relative lama. Saya pikir memasukkan kata kunci populer di Home Page Anda adalah cara yang patut dicoba. Karena banyak blogger lain yang memilih mengelinks ke home page blog Anda, dan Anda berkomentar di blog lain dengan link destination home page Anda, bukan?

Sebagai contoh di blog ini saya menargetkan kata kunci belajar SEO. Kata kunci ini sangat kompetitif, karena hasil pencarian di halaman satu banyak yang memakai exact domain. Tetapi itu tidak masalah, karena seiring waktu domain authority Anda akan meningkat jika Anda mengoptimalkan On Page dan Off Page secara seimbang.

f. Alt Tag Gambar

Saya juga mendapatkan traffic dari hasil pencarian gambar di Google. Saya mendapatkannya karena saya menulis title tag yang deskriptif. Selain itu saya juga memberi nama file gambar tersebut dengan kata kunci yang ingin saya bidik.

g. XML Sitemaps

Untuk memberi tahu mesin pencari dan Google bahwa Anda memposting artikel baru di blog atau website Anda, Anda bisa menggunakan XML Sitemaps. Jika Anda menggunakan plugin WordPress SEO by Yoast, Anda bisa membuatnya di [SEO] > [XML Sitemaps] kemudian check pilihan untuk membuat sitemaps.

Jika Anda tidak menggunakan plugin ini, Anda bisa menggunakan plugin Google XML Sitemaps.

XML Sitemap plugin WordPress SEO by Yoast

h. Internal Linking

Internal Linking sangat sederhana, Anda hanya cukup mengelinks posting satu dengan posting lainnya.Sebagai contoh, saya terkadang mengelinks ke halaman Belajar SEO jika saya menulis posting yang saya masukkan dalam kategori SEO. Artinya saya telah mengelinks ke halaman kategori melalui link dari breadscrumb, dan halaman Belajar SEO. Semua halaman yang saya linking mempunyai satu topik. Artinya itu relevan, itu bukan hanya bagus buat SEO! Tetapi juga pengunjung.

i. Theme WordPress SEO Friendly

Setelah mencoba banyak theme gratis, saya mencoba membeli Genesis Framework. Awalnya karena Kang Yudiono yang mengatakan di dalam satu postingnya bahwa dia memakainya. Setelah saya beli, saya senang dengan performa theme ini. Theme ini cepat, mempunyai fitur SEO, dan saya bisa dengan mudah mengontrol dengan mudah tampilan posting saya.

Jadi pertimbangkan untuk membelinya sekarang juga.

j. Breadcrumbs

Saya suka menampilkan breadscrumbs di single post dan page. Karena breadscrumbs membantu saya membuat internal linking. Itu juga bagus buat pengunjung, karena mereka akan lebih mudah menavigasi blog saya.

Jika Anda menggunakan Genesis Framework, maka Ada fitur itu! Atau aktifkan breadscrumbs dari WordPress SEO, saya melihat Yoast membuatnya singkron dengan Genesis. Karena jika Anda juga mengaktifkan breadscrumbs milik plugin WordPress SEO, maka secara otomatis breadscrumbs dari Genesis diganti. Tidak ada kode yang konflik!

k. Struktur Heading Theme

Meski pun banyak developer yang sudah membangun theme-nya dengan tujuan SEO Friendly. Anda harus memastikan bahwa theme yang Anda pakai memilik tag <h1> untuk judul posting, judul page, dan nama halaman kategori. Nama blog Anda juga harus memiliki tag <h1> di halaman depan Anda.

Perhatikan Sidebar Anda! Heading di sidebars Anda lebih bagus menggunakan <h4>. Meski pun tidak masalah menggunakan <h2> dan <h3>, tetapi pastikan jangan menggunakannya terlalu banyak. Karena Anda tidak ingin mendapatkan rangking bagus dengan kata kunci [Posting Terpopuler], [Posting Terbaru], [Berlangganan], dan [Sponsor Kami].

l. Kecepatan Loading Blog

Semakin cepat blog Anda, semakin banyak halaman yang dicrawl oleh laba-laba mesin pencari setiap harinya. Karena itu kecepatan blog juga penting. Dengan WordPress, Anda bisa mempercepat loading blog Anda dengan mudah.

- Install plugin cache. Saya lebih suka menggunakan W3 Total Cache, Anda bisa menonton bagaimana cara setting plugin W3 Total Cache di sini.

- W3 Total Cache bisa lebih bekerja dengan lebih baik jika dikombinasikan dengan CDN. Saya sendiri menggunakannya! Saya membelinya dengan cara patungan dengan teman saya yang bekerja di Jepang. Membeli MaxCDN dari Indonesia, saying sekali belum bisa.

Yang perlu Anda catat adalah kualitas hosting Anda juga berpengaruh. Beberapa penyedia hosting memiliki performa jelek. Kadang-kadang beberapa plugin tidak bisa aktif.

Saya sudah mengabaikan hosting murah, dan beralih mencari hosting yang berkualitas sejak blog saya ramai dan makin banyak. Saya menaruh semua blog saya di Hostgator dan BlueHost. Jika Anda ingin mencari tahu lebih banyak tentang hosting yang berkualitas menurut saya, Anda bisa membacanya di landing page hosting untuk wordpress.

m. Markup dengan Author

Jika Anda ke sini dari mesin pencari, Anda mungkin melihat hasil SERPs saya ada foto diri saya di sana. Seperti ini:

Google memperkenalkan fitur ini, dan mereka menyebutnya “author highlight”. Yang perlu Anda lakukan hanyalah melinking halaman posting, page dan home page Anda dengan rel=”author” dan rel=”me”. Silakan baca posting ini untuk lebih jelasnya.

rich snippet author di google

2. SEO untuk WordPress Tingkat Lanjut

Saya sudah menjelaskan beberapa teknik dasar SEO untuk blog WordPress. Beberapa hal di atas mungkin tidak lengkap, tapi itu adalah hal-hal paling penting yang harus Anda lakukan sebelum melangkah ke hal-hal lain.

Nah, sekarang saya akan menjelaskan taktik tingkat lanjut.

No Index Arsip Page

Saya tidak suka spider mengindeks halaman arsip saya. Karena isinya sama dengan halaman blog saya, bukan? Jadi saya membuat meta no index untuk halaman tersebut. Halaman lain yang saya no indeks adalah tag dan tanggal. saya rasa tag bagus untuk memanajemen posting, tapi tidak bagus untuk SEO.

Penerapan Nofollow Tag

Nofollow Tag pertama diperkenalkan oleh mesin pencari untuk memerangi spammer. Itu lah kenapa link untuk komentar saya setting nofollow. Jadi jangan membangun backlinks dengan berkomentar di blog saya. Gunakan itu untuk bertanya dan berdiskusi.

Nama tekni ini adalah Nofollow Scuuptling, yang saya tahu dari Search Engine Land. Teknik ini sederhana, Anda hanya memberikan juice links kepada halaman yang ingin Anda naikkan rankingnya. Misalnya, saya memakai nofollow tag untuk halaman kontak saya. Karena saya tahu jarang orang mencari sebuah halaman kontak langsung dari mesin pencari.

Saya juga memakai nofollow tag untuk category dan RSS Feed. Artinya juice links saya hanya saya titik beratkan kepada internal links menuju halaman single post / page lain. Hal lain yang saya pasang nofollow tag adalah read more links untuk posting. Tapi sekarang itu sudah tidak ada di struktur theme saya.

Menghindari Duplikat Kontent

Ini adalah hal yang sering menimpa seorang Webmaster. Saya juga beberapa kali kena. Tapi sekarang sudah tidak lagi dengan memeranginya menggunakan 301 redirect dan rel=”canonical”. Dua cara ini adalah cara yang paling umum untuk memerangi duplikat konten. Pelajari lebih lanjut cara menghindari duplikat konten.

Off Page SEO

Ya sebenarnya kalau off page SEO, blogspot dan WordPress tidak ada bedanya. Bahkan Joomla, atau pun Magento juga. Anda bisa membaca posting belajar SEO. Dan cari link di bagian off page SEO.

Jika Anda ingin mendapatkan tips lain dari kami, Anda bisa berlangganan di sini.