Schema Markup untuk Video

Ketika saya mengetahui tentang adanya markup video, saya langsung mencoba mengimplementasikannya di sini. Tujuan saya hanya satu, ingin mendapatkan rich snippet video untuk SERPs saya di Google.

Cara yang saya implementasikan salah satunya adalah memarkup video saya dengan schema.org/VideoObject. Dan berikut hasil percobaan saya. Jika Anda mengetikkan kata kunci Belajar SEO, Anda akan menemukan SERPs dari pengunjung blog seperti ini.

hasil rich snippet video markup pengunjung blog

Jika Anda menggunakan video untuk bahan posting Anda, presentasi untuk produk Anda, maka Anda pasti tidak ingin SERPs Anda seperti posting lain. Anda ingin SERPs Anda adalah rich snippet untuk video. Karena itu Anda pasti tertarik mempelajarinya.

Tentu saja saya akan berbagi tentang schema.org markup untuk video di posting ini. Dan bagaimana cara memarkup video Anda. “Tapi, apa itu Schema.org Markup?” Anda mungkin bertanya begitu. Maaf, saya tidak bisa menjelaskannya. Bercanda. Jadi teruskan dulu membacanya.

Markup adalah cara agar mesin pencari lebih bisa mengetahui apa informasi yang terkandung di sebuah halaman web. Karena itu, markup memungkinkan mesin pencari menampilkan rich snippet. Perlu Anda ketahui, markup bukan hanya untuk video. Ada banyak jenis yang bisa Anda coba, semisal berikut markup untuk produk. Selain itu Anda bisa mencoba review, resep, penulis dll.

 Mengapa Harus Memarkup Video Setidaknya ada dua alasan yang mendasarinya. Pertama, seperti yang saya jelaskan di atas, Anda ingin mendapatkan rich snippet video.

Kedua, mesin pencari sangat sulit untuk mencrawl sebuah video. Mereka seringkali mengabaikannya. Google sendiri menginstruksikan kepada Webmaster untuk membuat sitemap untuk video. Agar Google mengetahui posting tersebut mengandung video, dan agar spider mereka gampang mencrawlingnya.

Nah, markup ini memungkinkan mesin pencari mengetahui lebih banyak tentang video Anda tanpa sitemap tersebut. Tapi itu bukan berarti sitemap video sudah tidak diperlukan jika Anda menggunakan schema.org untuk Video. Pihak Google sendiri mengatakan bahwa Anda harus tetap membuat Sitemap.

Kombinasi sitemap dan markup adalah sinyal kuat bagi spider Google, sehingga spider itu lebih mengerti tentang video Anda. Anda juga harus menonton video dari Tim Google Webmaster Tools ini.

Bagaimana Cara Mengimplementasikan Markup Video

Anda bisa mempelajarinya lebih lanjut mengenai VideoObject di schema.org. Jika Anda sudah familiar dengan HTML dan markup (microdata, atau microformat), saya akan lebih mudah menjelaskannya. Karena pada dasarnya sama. Anda hanya perlu menambah beberapa kode HTML di embed kode video Anda. Barangkali contoh embed Anda begini:


<object ...>

<embed type="application/x-shockwave-flash" ...>

</object>

Nah untuk memarkupnya dengan VideoObject, Anda hanya perlu menambahkankan kode seperti ini.



<div itemscope itemtype="http://schema.org/VideoObject">

<h2>Video: <span itemprop="name">Title</span></h2>

<meta itemprop="thumbnailURL" content="thumbnail.jpg" />

<meta itemprop="embedURL" content="http://www.example.com/videoplayer.swf; />

<object ...> <embed type="application/x-shockwave-flash" ...> </object>

<span itemprop="description">Video description</span>

</div>

 Verifikasi Markup Video Anda

Ada bisa mengecek implementasi markup Anda di Google Rich Snippet Testing Tool. Untuk memastikan apakah Anda telah mengimplementasikannya dengan benar atau kah tidak.

Anda mungkin tidak melihat hasil rich snippet seperti punya saya di tools tersebut. Tapi Anda harus melihat hasilnya apakah Ada yang error di sana. Jika tidak ada, maka markup Anda sudah benar. Anda tinggal menunggu kedatangan laba-laba Google di halaman Anda tersebut.

Suka dengan tulisan ini? Share tulisan Anda di Twitter, Facebook, dan Google+.