Bagaimana Cara Mempercepat Loading Blog Anda

Setelah beberapa kali saya menganalisis kecepatan Pengunjungblog dengan Google Analytics, saya memutuskan untuk mempercepatkan loadingnya sebisa mungkin.

Tentu saja saya melakukan banyak teknik yang akan menurunkan waktu loading blog ini. Saya juga melihat bahwa score Yslow untuk blog ini tinggi. Google pernah mengatakan begini, “The web should be fast.”

Google memang ingin semua website memberikan user experience yang bagus, salah satunya ditunjukkan dengan kecepatan situs Anda. Ya, tentu saja, kecepatan sebuah situs merupakan salah satu faktor SEO. Walau pun tidak terlalu besar.

Berikut beberapa cara yang saya lakukan untuk mempercepat loading blog saya. Anda juga harus membaca posting Leo di PSDesain, posting itu cukup bagus untuk memperbanyak cara yang bisa Anda tempuh untuk mempercepat loading blog Anda.

1. CSS Sprites

Secara konsep dasar, mempercepat loading blog bisa ditingkatkan dengan meminimalisir HTTP requests. Nah, teknik CSS sprites adalah menggabungkan kode css untuk gambar. Bayangkan theme yang Anda gunakan menggunakan banyak gambar, maka HTTP requests Anda juga akan banyak.

Teknik CSS Sprites menggabungkan banyak gambar tersebut dalam satu gambar. Kemudian gambar tersebut dipanggil dengan menggunakan property backround position.

Banyak cara mengimplementasikannya, mulai dari menggunakan software Photoshop sampai menggunakan layanan dari SpriteMe. Saya menggunakan SpriteMe karena lebih mudah. Anda bisa mengaksesnya di sini.

2. Kompress Dengan Gzip

Mengimplementasikan Gzip itu mudah. Anda bisa mengaktifkan fungsi ini dengan memasukkan kode berikut di file .htaccess Anda:


# compress text, html, javascript, css, xml:

AddOutputFilterByType DEFLATE text/plain

AddOutputFilterByType DEFLATE text/html

AddOutputFilterByType DEFLATE text/xml

AddOutputFilterByType DEFLATE text/css

AddOutputFilterByType DEFLATE application/xml

AddOutputFilterByType DEFLATE application/xhtml+xml

AddOutputFilterByType DEFLATE application/rss+xml

AddOutputFilterByType DEFLATE application/javascript

AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-javascript

# Or, compress certain file types by extension:

<files *.html>

SetOutputFilter DEFLATE

</files>

Dengan mengaktifkan Gzip maka Anda bisa meminamalisir besar file sebesar 70% sampai 90%. Saya tidak tahu tepatnya.

3. Urut Permintaan CSS dan JS

Tidak usah bingung! Saya lihat banyak Theme WordPress yang telah mengimplementasikan cara ini. Developer theme biasanya sudah mengurutkannya. Urutan terbaik adalah CSS berada di atas JS.Jika theme Anda menyalahi aturan ini, ada baiknya Anda membenahi core theme tersebut.

4. Taruh File di Url yang sama (Konsisten)

Dengan menaruh file di URL yang konsisten, browser bisa mendownloadnya dengan mode paralel. Semisal blog Anda adalah example.com, maka Anda bisa menaruh semua file halaman blog Anda di example.com. atau gunakan subdomain (semisal static.example.com).

Beberapa Webmaster lebih memilih menaruh file static mereka di subdomain. Youtube dan Yahoo juga menggunakan cara ini. Jika Anda menggunakan WordPress Anda bisa memaksimalkan cara ini dengan menaruh kode ini di file wp-config.php


define("WP_CONTENT_URL", "http://static.yourdomain.com");

define("COOKIE_DOMAIN", "www.yourdomain.com");

5. Gunakan Plugin Cache

Beruntung! Saya menggunakan wordpress sebagai platform blog saya. Begitu banyak plugin yang memudahkan aktifitas blogging saya. Plugin cache juga ada banyak, tetapi saya lebih memilih W3 Total Cache. Beberapa teman lebih memilih plugin super cache. Mana yang terbaik? Saya tidak tahu.

Plugin w3 total cache memudahkan kita mengeset seberapa lama expires header, leverage browser caching, mengaktifkan Keep-Alive, dan masih banyak lagi. Sungguh, aktifkan saja plugin ini dan Anda akan melihat loading blog Anda makin cepat.

Anda bisa menonton video di bawah bagaimana cara menyetting plugin w3 total cache. Dan seberapa cepat blog ini setelah menginstallnya.

Oke. Silakan Anda menempuh cara-cara di atas. Dan selamat bekerja mengoptimalkan kecepatan blog Anda. Tapi bisakah Anda mengatakan seberapa cepat loading blog ini?

13 thoughts on “Bagaimana Cara Mempercepat Loading Blog Anda

  1. Mungkin kalau tidak memasang iklan dari Google Adsense dan tombol sosial media, bisa jadi load blog dapat lebih cepat lagi mas, karena tidak menambah http request lagi. Contoh kasus, untuk situs jawa ipsum saya, file intinya cuman ada 2. HTML dan CSS saja. Tapi requestnya bisa mencapai 31 gara-gara memasang Google Adsense dan tombol sosial media.

    1. Hmm, iya sih..tapi JS dari tombol social media bisa ditaruh di server kita, kan mas? yang paling gak mungkin diapa2in yang GA. ITu gak boleh diedit sama sekali..

    2. Load internet sekarang bukan sebuah masalah besar lagi menurut saya.
      Internetan di indonesia sudah lebih bagus dan walaupun sedikit menurunkan rangking di google, tapi masih banyak cara lain untuk menaruh simpati search engine di situs kita.

      1. beberapa teman yang tidak tinggal di Kota Besar masih mengalaminya, Jaka..Kalau saya sih enjoy dengan speedy..hehehe

        1. mas leo ; setuju mas ! adsense dan tombol sosmed kadang buat load terasa lebih lambat.. Apalagi GA tuh.. paling banyak makan tempat, hehe :)

          mas jak ; kayaknya ada yang membela diri nih.. :oops:

          1. ya, terima kasih kritiknya..GA makan tempat? lambat? Jika Anda menambah apa pun di blog Anda, blog Anda juga akan terasa lebih lambat.. Kode tracking Google Analytics, Socmed, gambar, dann apa pun itu.. intinya menambah http request=tambah beban..tapi terima kasih kritiknya..saya tidak membela diri..memangnya apa yang dibela di sini.

  2. Terima kasih atas tutorialnya, serius bagus sekali dan mencerahkan.

    Ask-out of topic:

    Beberapa kali saya punya blog dengan trafik besar, dulu sampai 400-500 online bersamaan. Sy selalu bingung dengan urusan teknis manage hosting (resources cpu besar bandiwth sampe 300 Gb/month. vps CPU quad + ram 2 gb sdh tdk mampu)

    Yang saya tanyakan ialah bagaimana pada umumnya situs besar itu mengatur infrastruktur hostingnya? dan apabila saya punya trafik besar lagi, kira-kira harus bagaimana? Apa fungsi pokok dari CloudFlare itu? dan apa itu cloud server? :)

    Mas, kalo dijawab terima kasih sekali, kalo tidak ya tetap terima kasih, syukur2 dibuatkan secara khusus topik diatas.

    Demikian, terima kasih.

    1. 400-500 online bersamaan is no problem. Pengunjung Blog punya pengunjung segitu. Biasanya kalau soal traffic itu bukan soal space tetapi montly transfer/data transfer. Atau dihitung secara visitor.

      Situs besar biasanya memakai VPS atau dedicate hosting, jadi resources dipakai sendiri. Kemudian Dibantu dengan tool cache atau data disimpan di locale storage pengunjung, sehingga hosting mereka tidak bekerja. browser hanya memanggil cache.

      Kemudian, soal cloud server = server awan, ini biasanya identik dengan CDN (content delivery network). Bisa dimengerti jika anda tahu cara kerja internet. Jika anda online di indonesia dan website yang dibuka berada di server USA maka anda harus mengaksesnya dari server USA. Sedangkan jika Cloud server, maka website itu akan memilih server yang lebih dekat dengan pengunjung. Sehingga transfer data lebih cepat.

      1. Thanks mas sdh dijawab, sy apresiasi sekali.

        11 kali saya ditendang hosting. Dulu saya combine w3tcache + cloudflare tp cpu resources msh tinggi, jd saya bingung, kalo blogspot sdh ndak mikir gitu2an, tp sy terlalu cinta wordpress.

        Banyak hal yang pengin saya tanyakan tp sungkan ndak enak sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>