Mengapa Setiap Blogger Harus Tahu Tingkat Konversi Blognya?

Jika toko Anda di pinggir jalan besar. Sebuah jalan besar yang memiliki volume kendaran yang tinggi. Berapa besar mereka datang dan memesan barang Anda?

Tidak peduli seberapa tinggi volume kendaraan di sana, yang penting bagi Anda adalah bisnis Anda berkembang atau tidak? Itu jauh lebih penting, bukan?

Hal itu sama dengan blog Anda, apa pun jenis monetisasi yang Anda jalankan, bukan traffik besar sebenarnya yang Anda butuhkan. Tapi seberapa besar pendapatan yang Anda peroleh.

Saya tidak berbicara bahwa traffik tidak penting, pernyataan di atas jika dibandingkan dengan pencapaian terhadap misi Anda blogging. Ya, Lalu lintas blog hanya lah perantara, hanya sebuah alat untuk mencapai tujuan Anda.

Itu lah mengapa Anda perlu membandingkan hasil yang Anda dapatkan dengan lalu lintas yang Anda terima. Baik dari mesin pencari, social media, atau juga reveral traffik.

Perbandingan dua faktor di atas kita sebut tingkat konversi. Tingkat konversi yang tinggi tentu sangat kita harapkan. Banyak teknik yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan konversi, saya akan jelaskan di postingan selanjutnya. Saya akan fokus dulu pada hubungan dua faktor di atas.

Kadang-kadang blog yang memiliki lalu lintas lebih kecil menghasilkan pendapatan yang lebih besar ketimbang blog dengan lalu lintas setinggi gunung.

Dari dua jenis blog di atas mana yang Anda pilih, jika Anda mempunyai kesempatan memilikinya? Saya yakin Anda memilih blog yang memiliki pendapatan yang lebih besar (atau lebih mampu mengantarkan tujuan Anda, misalkan populer jika memang Anda ngeblog untuk itu), meski pun trafficnya kecil.

Jadi ukur lah tingkat konversi blog Anda. Misalnya, sejak saya memulai blog ini saya menargetkan dalam dua bulan bisa menjaring 50 subsribers RSS Feeds. Saya membandingkan angka yang saya dapatkan dari Google Analytics dengan angka di Feedburner.

Dari perbandingan dua faktor di atas, Anda bisa melakukan evaluasi kerja Anda. Dan menyiapkan beberapa langkah untuk memperbaikinya. Kemudian jalankan sebaik mungkin dan ukur lagi. Begitu seterusnya. Insya Allah, Anda akan cepat mencapai tujuan Anda.

Apa itu terlalu serius? “Just blogging saja, Mas?” Kata Anda. Yup, saya tidak terlalu mengerti apa makna just blogging. Jika diterjemahkan mungkin artinya “blogging saja, Mas.” Tapi makna di balik kata itu belum jelas, dan bisa ditafsirkan berbeda.

Apakah blogging itu? apa kah makna ngeblog itu? Tentu setiap orang memiliki jawaban yang berbeda-beda. Saya tipe orang yang melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu, karena itu ngeblog pun bagi saya harus mencapai tujuan saya.

Anda mungkin mempunyai jawaban yang berbeda. Hal itu sangat tergantung dengan tujuan Anda ngeblog.

Tapi apa pun tujuan Anda, sangat penting untuk mencapainya. Mungkin dengan “just blogging” Anda dapat mencapainya, karena Anda ngeblog untuk hobby. Tapi bagi blogger lain itu tidak cukup.

Jika Anda sudah paham mengapa Anda perlu membandingkan lalu lintas blog Anda dengan pencapaian Anda, Pertanyaan selanjutnya adalah seberapa besar traffik yang Anda butuhkan untuk mencapai tujuan Anda?

Jawabannya hanya Anda yang tahu. Itu akan terjawab jika Anda telah mengukur tingkat konversi blog Anda.

 

3 thoughts on “Mengapa Setiap Blogger Harus Tahu Tingkat Konversi Blognya?

  1. saya sendiri saat ini mungkin berada pada titik nyaman ngeblog, mengingat saya mulai ngeblog baru 2009 lalu, dan ditahun 2011 baru menuai hasilnya, dan di awal 2012 ini alhamdulillah lewat ngeblog bisa bantu orang tua, ada 1 faktor yan gkadan gdilupakan blogger menurut saya, yaitu terlalu konsen membangun trafik tapi malah lupa membangun personal branding sebagai seorang blogger, dan untuk blogger monetize sendiri personal branding sangat penting, terutama yang sangat tergantung pada advertiser2/brands lokal seperti saya :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.