Tips Membuat Tracking eCommerce Google Analytics

Seseorang bertanya kepada saya bagaimana menyetting Google Analytics untuk sebuah website toko online. Dan sebelum saya menjelaskan lebih detail, saya akan menjelaskan kepada Anda dasar-dasarnya dari perspektif bisnis. Saya mungkin akan menjelaskannya sangat teknis, tetapi pada posting ini saya akan memulainya dengan dasar-dasarnya dulu.

Barangkali jika kita kategorikan, data-data yang perlu kita dapatkan dari tracking toko online seperti gambar di bawah ini.

google-analytics-ecommerce

  • Acquisition Data: Informasi yang berhubungan dengan bagaimana kita mendapatkan traffic.
  • Engagement Data: Informasi tentang bagaimana orang berinteraksi dengan situs web kita.
  • Conversion Data: Info tentang kesuksesan bisnis (revenue, revenue, revenue …)!
  • Foundational Data: Hal-hal yang perlu kita lihat setiap saat.

Dan untuk membuat hal-hal yang lebih mudah saya akan menggunakan website ini( Pengunjung Blog ) sebagai contoh. Situs ini bisa dikategorikan sebagai situs e-commerce yang menjual plugin WordPress, bukankah begitu?

Acquisition Data

Acquisition data adalah semua hal tentang bagaimana kita mendapatkan pelanggan baru untuk sebuah situs e-commerce. Pemasar perlu mengetahui kampanye mana yang efektif dan mana yang tidak.

tagging copy

Karena itu, saya berpendapat, mentracking kampanye yang kita lakukan itu sangat penting. Untuk mengumpulkan acquisition data, saya lebih suka mengajukan pertanyaan dan mencoba menjawabnya sendiri. Berikut data yang perlu kita cari tahu jawabannya.

  • Saluran pemasaran mana yang lebih banyak menghasilkan penjualan?
  • Apa pesan / konten yang paling “mengena” kepada konsumen?
  • Kapan waktu yang paling bagus untuk melakukan kampanye?
  • Kegiatan apa yang paling efektif sehingga kita bisa mendapatkan pelanggan baru?

Engagement Data

Keterlibatan ( engangement) bisa menjadi hal yang rumit untuk dijelaskan. Ada beberapa metrik dasar, seperti Bounce Rate, yang sangat mudah dipahami. Tapi saya ingin mengukur, pada tingkat yang lebih dalam lagi, bagaimana orang berinteraksi dengan situs e-commerce kita?

Ketika Anda datang ke pengunjungblog.com, ada banyak jalan sehingga terjadi interaksi antara Anda dan website ini. Semisal Anda memasukkan email Anda di form email newsletter. Interaksi ini biasanya disebut sebagai mikro-konversi. Karena pada saat itu saya tidak mendapatkan apa-apa, tetapi interaksi tersebut memungkinkan saya untuk mendapatkan penjualan di lain kesempatan.

Berikut contoh-contoh data yang perlu kita kumpulkan:

  • Bounce Rate: Kita telah mendiskusikan data ini berulangkali. Bounce rate adalah persentase kunjungan dari satu halaman. Semakain sering pengunjung Anda hanya singgah di satu halaman dan tidak membuka halaman lain, maka semakin besar bounce rate Anda. Semakin besar bounce rate berarti semakin jelek.
  • Newsletter: Email marketing masih penting. Anda perlu mengetahui bagaimana Anda bisa meningkatkan jumlah email list Anda. Ini sangat berguna, jika Anda melakukan kampanye. Misalkan ketika Anda ingin memberi diskon, Anda bisa menawarkannya langsung kepada list Anda.
  • Add to whistlist: Sudah menjadi rahasia umum bahwa situs-situs ecommerce banyak yang mempunyai fitur add to whistlist. Konsumen biasanya memasukkan sebuah produk ke whistlist mereka untuk memudahkan mereka membelinya di lain kesempatan. Di pengunjungblog.com kami belum mempunyai fitur ini, karena produk kami masih sedikit.
  • Video Demo Produk: Saya suka video. Video adalah satu-satunya media yang bisa saya gunakan untuk memberi gambaran visual dan audio bagaimana plugin premium kami in action. Mengetahui seberapa banyak orang menyetel video tersebut, seberapa banyak orang yang menontonnya sampai habis sangat penting bagi saya.

Jangan khawatir, kita akan berdiskusi bagaimana cara mengimplementasikannya di posting selanjutnya.

Conversion Data:

Sekarang kita sampai pada data yang sangat kita senangi. Yaitu conversion data. Ya, data ini sangat kita senangi karena ini tentang revenue, revenue dan revenue. 😉

Tetapi sebenarnya ini bukan hanya tentang revenue. Ada banyak metrik pendapatan terkait yang penting untuk sebuah situs ecommerce. Berikut adalah beberapa metrik yang cukup penting:

  • Pendapatan: Tidak banyak yang bisa dijelaskan di sini! Anda menjual barang-barang, mengukur berapa banyak uang yang Anda dapatkan! Hanya itu.
  • Return on Investment ( Laba atas investasi): ROI  adalah data yang penting. Ada baiknya Anda mengetahui berapa banyak uang yang harus Anda keluarkan untuk mendapatkan uang? Keren, bukan? Tetapi Google Analytics memiliki beberapa keterbasan untuk mengukur ROI. Hanya Adwords yang bisa diukur, dengan mengintegrasikan Google Analytics dan Adwords, maka Anda bisa mengukur berapa banyak uang yang Anda keluarkan untuk memasang iklan dan berapa banyak yang Anda dapatkan dari iklan itu.
  • Rata-rata pendapatan per order: Berapa rata-rata orang mengeluarkan uang mereka per transaksi?
  • Repeat Customer: Berapa banyak orang yang melakukan transaksi lebih dari satu kali?

Foundational Data:

Sebagai tambahan untuk memahami bagaimana kita mendapatkan penjualan, ada banyak data yang bisa membantu Anda meningkatkan penjualan.

  • Berapa kali kunjungan yang digunakan calon customer sampai mereka melakukan transaksi?
  • Visitor Behavior: Apa perilaku pengunjung yang memiliki nilai yang tinggi? Semisal apakah perilaku pengunjung yang sering datang ke website kita juga sama artinya mereka melakukan transaksi lebih banyak? Dimana letak geografi mereka? dsb.

Itulah hal-hal yang perlu kita cari guna meningkatkan penjualan di website ecommerce kita. Pada posting selanjutnya kita akan berbicara bagaimana kita mentrackingnya hingga bisa mengumpulkan data yang kita perlukan.